logo pondok
Al-Muraad Al-Islami
Login

Sejarah Pondok Pesantren Al-Muraad Al-Islami

logo pondok

Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Murad bermula dari meninggalnya ayahanda tercinta Ibu Hj. Sulianti Murad Bapak Dr. (Hc) H. Murad Husain, yang meninggal di Jakarta tanggal 17 Agustus 2021. Almarhum meninggalkan seorang istri yang Bernama Hj. Silvia Maindo dan tujuh orang anak, yang Bernama ; Rahmawati Husain, Djamalianingsi Murad, Suraida Murad, Wardani Murad Husain, Sulianti Murad, Moh. Ali Murad dan Amaliyah Murad.

Sepeninggalnya almarhum keluarga merasa kehilangan atas sosok orang tua, yang selama ini telah berjasa banyak buat anak-anaknya maupun daerah tercinta Luwuk Banggai tempat beliau mencari nafkah. Beliau termasuk salah seorang pengusaha yang sederhana, yang Namanya tidak hanya dikenal di daerah luwuk banggai Sulawesi Tengah tetapi ditingkat nasional , karena karya kemanusiaan almarhum sebagai bapak pembangunan hingga saat ini tetap dikenang oleh masyarakat luas.

Bahkan, nama besar Murad Husain diabadikan dalam sebuah buku yang ditulis wartawan senior, Ishak Rafick. Pengantar, Rizal Ramli, 2007, cetakan 1:Januari 1998.

Buku tersebut berjudul, Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia, Sebuah Investigasi 1997-2008, dan jalan baru membangun Indonesia, halaman 63-65.

Sebagai pengusaha nasional, ia pernah berkontribusi menyelamatkan negara dari keterpurukan ekonomi ( krisis moneter ) ditahun 1998. Dimana pada saat itu banyak para kiyai dan para ulama yang menyumbangkan emas mereka demi Indonesia tercinta.

Ketika almarhum ditanya apa alasan bapak menyumbangkan U$$ 3 juta untuk Indonesia , beliau menjawab sederhana saja: dia merasa malu melihat para kyai dan ulama yang bukan pengusaha dan hidupnya sudah cukup susah, masih mau menyumbangkan emas-emasannya buat negara. “ Mereka itu bukan pengusaha, bukan pedagang. Mereka datang dari pondok-pondok pesantren yang jauh. Bila mereka bisa menyumbang, masa kita pengusaha tidak?”

Seolah-olah almarhum ingin mengatakan “ Janganlah hujan membasahi ladangku kalua tidak menyiram seluruh bumi, jangan cuman kami yang merasa bahagia kalau masih banyak rakyat yang menderita “.

Kepergian almarhum tentu meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga, maka Untuk mengenang jasa almarhum ini, seorang ustad yang Bernama Zainal Abidin Ali Hamu, memberikan saran kepada putri almarhum Murad Husain , ibunda Hj. Sulianti Murad untuk membangun pondok pesantren agar nama Murad Husain tetap dikenang orang untuk selamanya.

saran ustad Zainal Abidin Ali Hamu mendapat respon baik dari keluarga Murad Husain terutama Ibunda Hj. Silvia Maindo, maka pada tanbggal 5 oktober 2021 diletakkanlah batu pertama Pembangunan pondok pesantren yang terletak diatas tanah seluas 1,2 Hektar, oleh pemerinta Daerah Kabupaten Banggai Bapak Drs. H. Furqanuddin Masulili, MM sebagai wakil Bupati. Pondok pesantren itu diberi nama “ YAYASAN KURNIA LUWUK SEJATI PONDOK PESANTREN AL-MURAAD “ Yang berlokasi di Kelurahan Kaleke Bukit Inspirasi Luwuk Banggai.